Prabowo Dorong Desa Menjadi Motor Pertumbuhan Ekonomi Baru Indonesia

By Admin


Presiden Prabowo Subianto
nusakini.com, Jakarta – Presiden Prabowo Subianto menempatkan desa sebagai salah satu pilar utama dalam strategi pembangunan ekonomi nasional. Menurutnya, desa harus dikembangkan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru yang mampu mendorong pemerataan kesejahteraan masyarakat.

Pernyataan tersebut disampaikan saat Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila 2026 di Gedung Pancasila, Senin.

Dalam pidatonya, Presiden menegaskan bahwa pembangunan ekonomi Indonesia harus mengacu pada nilai-nilai Pancasila dan amanat konstitusi. Salah satu implementasinya adalah memastikan manfaat pembangunan dapat dirasakan hingga ke tingkat desa.

Prabowo menilai penguatan ekonomi desa menjadi langkah penting untuk mengurangi kesenjangan pembangunan antarwilayah. Dengan memperkuat aktivitas ekonomi di desa, peluang kerja dan sumber pendapatan masyarakat dapat tumbuh lebih merata.

“Desa harus menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru,” ujar Presiden.

Selain pengembangan desa, pemerintah juga berkomitmen memperkuat koperasi dan UMKM sebagai fondasi ekonomi rakyat. Ketiga sektor tersebut dinilai saling terkait dalam menciptakan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.

Presiden menegaskan bahwa orientasi pembangunan nasional tidak semata-mata mengejar angka pertumbuhan ekonomi. Lebih dari itu, keberhasilan pembangunan harus diukur dari sejauh mana masyarakat merasakan manfaatnya secara langsung.

Menurut Prabowo, pertumbuhan ekonomi yang tinggi tanpa pemerataan berpotensi menciptakan ketimpangan. Karena itu, pemerintah akan terus mendorong kebijakan yang memberi ruang lebih besar bagi masyarakat untuk berpartisipasi dalam aktivitas ekonomi.

“Pertumbuhan ekonomi harus disertai pemerataan. Kemajuan harus dirasakan oleh seluruh rakyat Indonesia,” tegasnya.

Melalui penguatan desa, koperasi, dan UMKM, pemerintah berharap tercipta model pembangunan yang lebih berkeadilan, sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi nasional dari tingkat akar rumput.